Selasa, 30 Juni 2015

Indahnya Bunga Lavender di Provence, Prancis


Bunga lavender didefinisikan sebagai jiwa kota Provence, Prancis. Jika Anda mengunjungi kota ini, di setiap penjuru arah Anda akan disambut berhektar-hektar hamparan warna ungu dengan wangi yang membangkitkan rasa kedamaian. Mekar sempurna dari Juni sampai Agustus, ladang bunga ini merupakan pemandangan yang luar biasa.
Lavender merupakan bagian dari famili Lamiaceae, masih satu jenis dengan mint, savory, dan thyme. Disinyalir tanaman lavender pertama berasal dari pulai Canary atau Persia. Namun manfaat lavender dikenal di penjuru dunia. Peradaban Yunani menganggap lavender sebagai salah satu "tanaman mulia". Bangsa Romani menggunakan lavender untuk mencuci dan menyebutnya dengan nama "lavandula" yang berarti "mencuci".


Bangsa Romani jugalah yang menemukan cara mengambil minyak esensial dari lavender yang bisa dijadikan parfum. Pada era pertengahan, lavender digunakan bukan hanya sebagai produk kecantikan, namun juga untuk manfaat kesehatan. Tanaman ini disebut bermanfaat untuk meredakan sakit tenggorokan, mengatasi masalah pencernaan, sakit otot, dan berbagai penyakit kulit.


Saat ini, penanaman dan pengembangan lavender terbesar ada di Provence. Bunga ungu ini menyimbolkan sejarah dan keindahan lokal. Ketersediannya dimanfaatkan dalam pembuatan kosmetik, parfum, bahkan bumbu di berbagai restoran lokal. Masyarakat Provence juga menyelenggarakan festival dan kunjungan wisata kebun lavender. Dalam wisata tersebut, Anda bisa menikmati keindahan dan harumnya ladang lavender dengan sepeda, mobil, atau berjalan kaki.



Gembok Cinta di Paris 'Dilenyapkan'

Pro-Kontra Patung Vagina di Istana Versailles


Citizen6, Perancis Pematung asal India, Anish Kapoor kembali membuat karya menakjubkan. Kali ini ia memamerkan karya kontroversinya di taman Istana Versailles, Perancis.
Dilansir independent.co.uk pada Selasa (9/6/2015), Kapoor baru-baru ini telah menyelesaikan salah satu karya berbentuk corong besar yang disebut “vagina of the queen” atau "vagina ratu". Sontak, karyanya tersebut mendapat sorotan hingga mendapat komentar pro-kontra publik juga tokoh-tokoh di Perancis.


Royalis dan konservatis Perancis menuturkan bahwa pernyataan Kapoor itu menghina memori Ratu Marie-Antoinette. Adanya enam patung kontemporer lainnya yang berada di kawasan taman Versailles merupakan penghinaan terhadap sejarah Perancis.
Robert Menard, walikota Front Nasional Beziers membuat ciapan kontra dengan adanya pameran seni yang berlangsung di taman Istana Versailles.
"Vagina raksasa, seni kontemporer yang menjelekkan warisan kita," tulis Menard.


Kapoor pun menegaskan bahwa ia tidak pernah mengatakan “vagina of the queen” untuk karya yang diberi nama "Dirty Corner" tersebut. "Apakah saya mengatakan itu? Saya tidak ingat pernah mengatakannya, apalagi menyebutkan Marie-Antoinette ataupun ratu" tuturnya.
"Saya tidak mengerti mengapa itu bermasalah (menyebutkan vagina). Kita semua punya satu atau setidaknya memiliki sesuatu," tambah Kapoor.
Istana Versailles memang menjadi salah satu tempat penting bagi masyarakat Perancis karena kawasan tersebut merupakan kediaman Ratu Marie Antoinette.
Bagaimana menurut 6Lovers?

Liburan Dengan Camping di Skandinavia


Liputan6.com, Jakarta Perjalanan Anda ke Skandinavia tidak hanya akan melihat pemandangan indah dan makanan yang lezat, namun juga dapat merasakan sensasi camping yang fantastis. Selain memberikan pengalaman wisata alam yang menakjubkan, berlibur ke Skandinavia dengan metode seperti ini tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Tempatnya yang strategis membuat Anda dapat dengan mudah berkeliling ke bagian negara-negara di Eropa lainnya.

Selama perjalanan, Anda juga bisa saja berpindah tempat dari satu pantai ke pantai yang lain, atau dari satu pulau ke pulau yang lain. Karena harga makanan dan penginapan di Skandinavia cukup mahal, Anda dapat menikmatinya dengan cara yang lebih seru dan menarik, terlebih Anda berlibur dengan membawa keluarga.

Kelebihan dari Skandinavia adalah Anda dapat berkeliling Norwegia dan Swedia dengan biaya terjangkau dengan menggelar camp di setiap tempat pemberhentian Anda. Anda tidak perlu khawatir, menurut informasi yang dilansir dari Dailymail, Senin (29/6/2015), berbagai tempat liburan indah di negara ini memiliki tingkat kejahatan yang rendah. Apalagi masyarakatnya kebanyakan pengguna bahasa Inggris, sehingga Anda dapat berkomunikasi yang baik dengan warga sekitar.

Jika Anda menjalani perjalanan yang cukup lama, dan kekurangan pakaian, Anda juga dapat menemukan laundry di pinggir jalan yang menawarkan harga relatif terjangkau. Berkeliling kota dan kemudian kembali ke pulau, tepi laut, atau danau untuk beristirahat. Menyengkan bukan, bertualang bersama keluarga atau teman-teman Anda akan membuat pengalaman liburan ke Skandinavia lebih menyenangkan. Selamat Berlibur. (Mit/Ibo)

Foto Menu Berbuka Puasa Seluruh Umat Muslim di Dunia

Berbuka puasa merupakan salah satu rangkaian yang dilakukan umat muslim saat menjalankan puasa di bulan Ramadan. Menu tradisional untuk berbuka puasa yang biasa disebut takjil ini, biasanya terdiri dari buah, jus, susu, kurma, dan air. Namun olahan menu makanan dari masing-masing daerah tentu akan berbeda-beda. Misalnya negara di bagian timur lebih cenderung berbuka dengan sajian berbahan dasar daging, seperti kari daging dan kebab. Uniknya makanan spesial untuk berbuka puasa ini hanya muncul saat Ramadan saja, sama hal nya dengan yang terjadi di Indonesia. Takjil seperti kolak, es buah, es teler, dan kelapa muda, mulai banyak bermunculan ketika bulan Ramadan tiba. Dilansir dari qz.com, Senin (29/6/2015), berikut menu berbuka puasa dari berbagai negara di dunia. (Mit/Ibo)

1. Delhi, India

Makanan yang disajikan terdiri dari buah pisang dan beberapa jenis kue goreng.


2. Islamabad, Pakistan

Tidak jauh berbeda dengan India, menu berbuka puasa di Pakistan terdiri dari kue goreng, buah, dan tidak lupa kurma.



3. Dhaka, Bangladesh


4. Jakarta, Indonesia


5. Cairo, Egypt


6. Doha, Qatar




7. Mogadishu, Somalia




8. Baghdad, Iraq




Melihat Sisi Lain Marilyn Monroe yang Jarang Diketahui


Liputan6.com, Jakarta Tak banyak yang mengetahui bagaimana seorang Marilyn Monroe melebarkan sayapnya di dunia model. Lewat foto-foto dirinya yang mendekam selama puluhan tahun, pemilik toko di Los Angeles, Amerika Serikat, dapat dilihat wajah-wajah Marilyn yang tidak seperti identitas ikoniknya.
Tersimpan lama di sebuah kotak tua, foto-foto tersebut disebut-sebut sangat langka dan dianggap sebagai harta karun. Pasalnya, tidak banyak yang pernah melihat Marilyn sebelum menjadi seorang bintang.
Mengapa menjadi begitu mengejutkan? Sebab, inilah transformasi penampilan dirinya dari seorang model muda naif hingga menjadi bintang film terbesar di dunia, mengutip laman Daily Mail, Senin (29/6/2015). Tak ada yang menyangka, dirinya begitu naif.


Mimpi Marilyn dimulai sejak suaminya bergabung dengan angkatan laut dan mengambil pekerjaan di pabrik amunisi radio pesawat. Ia membenci pekerjaannya hingga datang seorang fotografer yang menyelenggarakan tugas permodelan. Secercah harapan pun muncul.
Romansa jarak jauh membuat hubungannya dengan sang suami merenggang. Hubungan yang tak harmonis itu mendorongnya datang ke Snively’s Blue Book Model Agency, Los Angeles.


Ya, dunia permodelan dari gadis bernama asli Norma Jeane Dougherty tersebut mulai ditekuni sejak ia mendatangi kantor agensi model itu. Ia datang memakai gaun putih sederhana yang tampak jarang dikenakannya, juga dipersenjatai portofolio.
"Mata biru, gigi sempurna, dan rambut keriting pirang. Pirang California, gelap di musim dingin dan bercahaya di musim panas. Kepribadiannya menyenangkan, lucu, dan terhormat. Marilyn berbeda dengan kebanyakan model lainnya," catatan penting Emmeline Snively, wanita yang menerima kedatangan Marilyn yang baru 19 tahun tersebut, tepat 2 Agustus 1945.


Itulah titik dimulainya transformasi Marilyn Monroe, dari gadis naif hingga menjadi bintang seksi yang memesona.


Para Lesbian dan Gay Beraksi di Bundaran HI Tolak Diskriminasi

Di tengah hiruk pikuk pagelaran Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Bundaran HI, Jakarta, sejumlah orang dari komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Seksual, dan Interseks Lesbian (LGBTI) menggelar aksi damai. Mereka memperingati International Day Againts Homophobia dan Transphobia (Idahot) di kawasan Bundaran HI, Minggu (17/5/2015).

Mereka datang membentang poster berikut spanduk warna putih untuk digunakan sebagai dukungan menolak diskriminasi. Dukungan disertakan dengan tanda tangan masyarakat.

Koordinator aksi Rian Qorbari mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai bentuk selebrasi bagi kelompok marginal LGBTI di seluruh dunia dalam menolak segala bentuk Stigma dan diskriminasi terhadap komunitas itu.

Menurut dia, diskriminasi terhadap kaum lesbian dan homoseksual masih terus terjadi khususnya di Jakarta. Sejumlah peraturan daerah (Perda) dan Undang-undang dianggap Rian malah merugikan kaum minoritas tersebut.

"Jadi Perda diskriminasi banyak di daerah termasuk Undang-undang ponrografi yang masukan lesbi dan homo dalam kategori tidak normal," kata Rian.
Selain itu, sambung Rian, berdasarkan penelitian pada tahun 2013 lalu sebanyak 80,93 persen kaum LGBTI di Indonesia mengalami kekerasan. Dengan adanya hal itu, ia merasa perlu adanya dukungan dan menghapus diskriminasi terhadap kaum LGBTI.

"Karena belakangan ini marak kekerasan dan Perda diskriminasi. Kami rasa perlu menggalang dukungan," ucap dia.

Meski saat ini kaum LGBTI masih terus ditentang, tetapi pihaknya tetap meminta kepada pemerintah untuk mengakui keberadaan kaum LGBTI. Sehingga diharapkan tidak terjadi kekerasan dan diskriminasi.

"Sebenarnya goal kami imbauan kepada negara untuk mengakui secara resmi bahwa orang-orang seperti ini diakui sebagai warga indonesia. Menghentikan tindak diskrimansi dalam bentuk apapun. Baik yang dilakukan aparat negara maupun masyarakat umum terutama ormas," tukas Rian. (Mut)